Sabtu, 12 Disember 2015

R.A.S.A

R.A.S.A

Izinkan...
Sesekali menyamar diri
Bukan umang2 menumpang tuah
Bukan palgiat mengaut untung

Aku ingin rasa apa yg kamu rasa
Rasa terhiris menggodam jiwa
Rasa sakit memancung sukma
Terasa jasad di cerucuk berbisa
Rasa tersungkur,berjurai air mata
Rasa dan rasa dan rasa
Bagai jasad yg kehilangan segalanya

Semakin aku rasa
Semakin aku kuat
Semakin tersuntik syukur
AnugerahMU cukup indah
TakdirMU tersusun hikmah.

Izinkan...
Aku meninggalkan diriku seketika
Utk ku kenali
Sayang,
Cinta,
Kasih,
Rindu,
Setia,
Jujur,

Agarku  hargai genggaman erat
Hingga ke akhir hayat.

Nur Usrah
13-12-2015

Rabu, 5 Ogos 2015

~HIKMAH SAKIT~

Allah memberi kita sakit, sesuai dengan daya tahan hambaNya, dan banyak hikmahnya, bukti:

1) Sakit itu Zikrullah. Bukti: Mereka yang diuji dengan sakit, lebih sering menyebut nama Allah berbanding di waktu sihatnya.

2) Sakit itu Istighfar. Bukti: Kita akan mudah teringat akan dosa ketika sakit sehingga lisan mudah untuk memohon ampun.

3) Sakit itu juga Muhasabah. Orang yang sakit akan lebih banyak waktu merenung diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal untuk kembali.

4) Sakit itu Jihad. Orang yang sakit tidak boleh menyerah kalah, diwajibkan untuk berikhtiar demi kesembuhan.

5) Sakit itu Ilmu. Sakit akan membuat kita memeriksa dan mencari ilmu untuk tidak mudah sakit.

6) Sakit itu juga Nasihat. Yang sakit selalu suka menasihati yang sihat agar jaga diri. Yang sihat menasihati yang sakit agar bersabar.

7) Sakit itu Silaturrahim. Keluarga yang jarang datang jengok akan datang menziarahi, penuh senyum dan rindu mesra dan dapat buah tangan lagi.

8) Sakit itu gugur dosa. Anggota badan yg sakit akan mendapat penyucian.

9) Sakit itu Mustajab Doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang yang sakit agar mendoakannya dan kita juga selalu begitu.

10) Sakit itu menyusahkan Syaitan. Diajak maksiat tak mahu dan tak mampu, malah disesalinya.

11) Sakit itu sedikit tertawa dan banyak menangis. Satu sikap keinsafan yang di sukai Rasulullah saw dan makhluk di langit.

12) Sakit meningkatkan kualiti ibadah. Rukuk sujud kita lebih khusyuk, Tasbih Istighfar lebih sangat. Tahyat juga jadi lebih lama.

13) Sakit itu memperbaiki akhlak. Kesombongan terkikis, Sifat tamak dipaksa tunduk, Peribadi akan jadi santun, lembut dan tawadhu.

14) Sakit mengingatkan kita akan Mati,
Membuatkan kita sentiasa beringat untuk menghadapinya.

.. Ayuh Zikir, fikir, syukur & sabar...

Ahad, 14 Disember 2014

Khamis, 18 September 2014

-DERITA NABI AYUB-

DERITA NABI AYYUB A.S
Di dalam Al-Quran ada merakamkan kisah penderitaan penyakit yang terpaksa ditanggung oleh Nabi Ayyub. Di dalam Kitab Duratun Nasihin, pada bab kisah kesabaran Nabi Ayyub. Secara ringkasnya, Nabi Ayyub a.s merupakan seorang Nabi Allah yang dikurniakan nikmat kekayaan, kesihatan serta anak pinak. Beliau tidak pernah lupa untuk mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah SWT kurniakan.
Dengan izin Allah, kesabaran Nabi Ayyub a.s. diuji apabila Iblis membakar rumah, harta benda dan anak-anak Nabi Ayyub a.s. Iblis belum berpuas hati lantaran melihat ketabahan dan kesabaran Nabi Allah Ayyub. Lalu sekali lagi Nabi Ayyub di uji dengan jangkitan penyakit kulit yang kronik sehinggakan masyarakat di sekeliling merasa jijik melihatnya. Isteri-isterinya meninggalkan beliau kerana tidak mampu lagi menanggung malu dan kesengsaraan hidup. Yang tinggal hanyalah Nabi Ayyub bersama Siti Rahmah salah seorang dari isterinya yang solehah menemaninya walaupun keadan beliau yang serba dhaif. Selama 7 tahun Nabi Ayyub menderita, namun tidak lekang dari mulutnya berzikir memuji Allah SWT. Siti Rahmah juga akhirnya berjaya dihasut oleh iblis seterusnya meninggalkan Nabi Ayyub keseorangan.
Dalam pada itu, bermunajat Nabi Ayub a.s merintih pada Allah SWT sebagaimana firman-Nya :
"(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". - Surah Al-Anbiya’: 83
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Allah tidak membiarkan Nabi-Nya sepi sendirian. Maka Allah mengabulkan rintihan Nabi Ayub. Allah menyuruhnya agar menghentakkan kaki ke tanah, lalu keluarlah air yang sejuk dingin lalu diminum, dimandikan sebagai penawar. Firman Allah SWT :
“Maka kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”. - Surah Al-Anbiya’: 84
Dengan izin Allah SWT, Nabi Ayub a.s telah kembali sihat seperti sedia kala, bahkan Allah mengurniakan zuriat lagi ramai, berganda-ganda dari yang hilang dan Allah juga mengembalikan kemewahan kepada Nabi Ayub a.s. sebagai tanda rahmat dan kasih sayang Allah.
Cebisan kisah Nabi Ayyub a.s. ini memberi pengajaran kepada kita bahawa  musibah penyakit adalah ujian dari-Nya sebelum Allah mengurniakan rahmat kasih sayang-Nya. Allah SWT ingin menilai kesabaran dan keteguhan iman dan cinta kita kepada-Nya. Jangan sesekali berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar rintihan hamba-hambanya yang soleh. Percayalah, akan tiba masanya jika tidak di dunia, pasti di akhirat kelak akan terbit sinar kebahagiaan dan rahmat-Nya menerangi kehidupan, berkat kesabaran serta keimanan menempuhi ujian demi ujian.

~4 MALAIKAT~

~4 Malaikat yg mendatangi orang sakit~

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda:
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”
Rasulullah SAW juga bersabda, "Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (HR Bukhari, Muslim)

Jadi, sabar lah jika menghadapi dugaan kesakitan ini. Dengan izin Allah, kemungkinan dirahmati oleh Nya.

*** Jangan mengeluh bila sakit, jangan bersedih sebaliknya syukur la, Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah masih sayang untuk memberikan mu dugaan...kata orang Dugaan itu tanda Allah sayang, itulah Nikmat untuk umatnya***

' ALLAH tidak memberi kesusahan kepada seorang hamba melainkan yang terdaya olehnya ( Al-Baqarah : 286)

HIKMAH DI SEBALIK MUSHIBAH

HIKMAH DISEBALIK MUSIBAH PENYAKIT
Di sebalik setiap musibah yang menimpa manusia itu sebenarnya mempunyai hikmah yang tertentu. Musibah bukan sahaja datangnya sesuatu penyakit tetapi apa-apa dugaan yang Allah SWT menduga kita seperti masalah rumah tangga, masalah kewangan, masalah di tempat kerja, masalah pembelajaran anak-anak, masalah politik negara, banjir besar, tsunami, gempa bumi, kemarau dan sebagainya. Antara hikmah yang boleh kita ambil dari musibah yang dihadapi antaranya :
Mengangkat Darjat
Musibah yang menimpa seseorang merupakan jalan untuk Allah SWT meninggikan darjat seorang hamba-Nya.  Kisah Nabi Ayub merupakan contoh yang terbaik. Nabi Ayub mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah SWT, namun masih mampu berbaik sangka kepada-Nya . Sudahlah dirinya ditimpa penyakit.  Isteri-isterinya juga menjauhkan diri. Namun Nabi Ayub tetap bersabar menerimanya sehinggalah Allah SWT mengembalikan semula kesihatan dan ditinggikan pula darjat di sisi-Nya. Sesungguhnya, kesabaran Nabi Ayub dalam melalui ujian Allah berkenaan mempunyai hikmah yang besar. Ujian dari Allah SWT datang kepada manusia-manusia yang Allah pilih sahaja. Kita hendaklah bersyukur sekiranya musibah datang kepada kita sebab kita di antara hamba-hamba Nya yang Allah SAW pilih untuk diduga.
Tanda Cinta
Musibah adalah tanda kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya besarnya pahala yang  kita perolehi bergantung besarnya dugaan, dan Allah SWT apabila mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barang siapa yang redha, maka ia akan mendapatkan keredhaan-Nya dan barang siapa yang kesal terhadapnya, maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” - (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Justeru itu, janganlah disesali akan musibah yang dihadapi, malah seharusnya disyukuri.
Belajar Erti Sabar
Yakinlah bahawa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya dan kemampuannya. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang sabar dan sentiasa bersama-sama mereka, sebagaimana firman-Nya :
“Dan ingatlah Allah sentiasa mengasihi orang-orang yang sabar". - Surah Ali 'Imran : 146
Pembersihan Dosa
Sebagai manusia biasa, sudah tentu kita tiada terlepas daripada melakukan kesalahan sama ada secara sengaja atau tidak sengaja. Hakikatnya iblis dan syaitan senantiasa menggoda nafsu kita agar terus menerus melakukan dosa. Sedangkan dosa itu menjauhkan diri kita dengan Allah SWT. Hikmah diturunkan kesakitan itu adalah sebagai cara untuk membersihkan diri kita terhadap dosa-dosa lalu. Ia bersesuaian dengan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud :
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya." - (HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi Keinsafan
Kita mesti bersyukur segala nikmat kesenangan yang diberi oleh Allah SWT. Dengan kehendak-Nya juga, nikmat kesenangan itu boleh hilang dalam sekelip mata. Janganlah dicela andai musibah menimpa. Ketahuilah bila anda sakit atau ditimpa sesuatu musibah, hakikatnya Allah SWT sedang memberikan perhatian kepada anda. Bukankah itu satu kemuliaan?
Pengubat Kepada "Ego"
Sakit menjadikan kita beringat akan nikmat sihat yang Allah SWT kurniakan hanyalah pinjaman semata-mata.  Segala yang kita miliki adalah milik mutlak Allah SWT. Sakit adalah petanda bahawa kita adalah makhluk yang lemah. Didatangkan sakit atau apa-apa musibah, adalah untuk kita beringat bahawa kita ini hamba Nya dan kita tidak patut bersifat sombong dan bongkak kepada Allah SWT. Sesungguhnya musibah itu adalah pengubat kepada “ego” kita.
Lebih Dekat Dengan Tuhan
Dalam keadaan sakit, kita lebih mudah mengingati Allah. Merasa kelemahan dan ketidakmampuan di hadapan-Nya. Bila kita sakit kita akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah SWT. Mungkin selama ini kita lalai. Keadaan ini akan mengingatkan kita kepada nikmat kesihatan yang dikurniakan oleh Allah. Jarang orang merasakan nikmat ketika sakit. Namun, bagi orang yang banyak bersyukur dan bersabar dalam menghadapi kesakitan, ia akan memperoleh nikmat.
"Turning Point" dalam Kehidupan
Bila kita terlalu leka dalam hal-hal duniawi, kita selalu lupa kewajipan kita untuk beribadah kepada Allah SWT.  Hal-hal duniawi lebih penting dari hal-hal akhirat. Turunnya penyakit memberi keinsafan dan mula mendekatkan diri dengan Allah SWT. Sakit adalah ‘signal’ yang Allah SWT sangat mengasihi kita agar menjadi hambanya yang bertaqwa dan tidak terus lalai dan leka kerana matlamat sebenar kita adalah kehidupan abadi di akhirat kelak, bukan kehidupan dunia yang bersifat sementara.
Membersih Hati
Manusia yang tidak diuji dengan musibah menjadikan ia ujub dan takabbur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah SWT. Ia dapat membersihkan jiwa dan menyucikan iman seseorang. Itulah ubat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada setiap orang beriman. Ketika hati menjadi bersih dan suci maka sirnalah penyakitnya, martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan

~Aku Di Duga lagi~

18-9-2014...

Detik ini aku di duga lagi.
Jam 9 pagi aku membuat rawatan pendarahan di kelinik Rathnam.
Setelah di teliti.... Dr Rathnam memberitahuku yg pintu rahim ada ketumbuhan.
Aku dan Nurul bergegas mendapatkn rawatan ke hospital kerajaan atas nasihat Dr Rathnam
Entahlah ...aku sendiri terasa begitu kuat berhadapan dugaan ini..
inilah kekuatan yg KAU berikan Ya Allah!!!
pada hambaMu yg kerap curang padaMu.

18-9-2014...

Detik jam 12 tghari
Ketumbuhan Folip di pintu rahim ku sebesar 1 cm.
Sample telah di ambil utk memastikan apakah sebenarnya...
Ya Allah....semoga bukan kanser
tetapi kalau ya...aku tidak mampu menolaknya..
Ya Allah ...hindarkanlah ..dan jika ini takdirku
KAU berikanlah kekuatan utk aku hadapinya
dan berilah semangat utk aku jalani hidup ini
bersama kluarga yg aku sayangi.

Ya Allah...
aku teringin melihat kejayaan anak-anakku
aku teringin melihat kebahagiaan mereka
berilah kesempatan utk aku raih kebahagiaan ini bersama insan yg aku sayangi.

15-10-2014 segalanya akan terjawab..
Semoga Ya Allah Kau beriku kekuatan utk menghadapinya.